Minggu, 16 Oktober 2011

PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

 Proses masuk dan perkembangan agama Islam  di Indonesia
Agama Islam  diperkirakan telah masuk ke Indonesia sejak sekitar abad ke-7 M. Kemudian pada abar ke-8 dan ke-9 M kebudayaan Islam  mulai berkembang meskipun belum membentuk suatu pemerintahan berupa kerajaan – kerajaan.
Bukti yang  menyatakan Islam  masuk ke Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Abad ke-7 Masehi di Malaka terdapat kampung Islam, mereka menyebut Sriwijaya dengan nama Zabaq/Zabay
  2. Abad ke-11 ditemukan batu nisan Fatimah binti Maimun di daerah Tuban, Jawa Timur berangka tahun 1082 M
  3. Abad ke – 13 ditemukan batu nisan Sultan Malik Al-Saleh, Raja Samudra Pasai pertama yang masuk Islam
  4. Catatan marcopolo tahun 1292 di kerajaan perlak telah menganut Islam , sedangkan di luar kota belum
  5. Ibnu Battuta (1245 – 1346) menyatakan bahwa Samudra Pasai menganut paham syafi’i berarti silam sudah berkembang di Samudra Pasai
  6. Musafir Cina Ma’Huan memberitakan bahwa awal abad ke-15 M masyarakat pantai utara Jawa Timur telah memeluk agama Islam
  7. Suma Oriental dan Tome pires musafir portugal memberitakan  tentang penyebaran Islam  antara tahun 1512 – 1515 M meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga kepulauan Maluku.
Proses masuk dan berkembangnya Islam  di Indonesia dilakukan secara damai yang diterima melalui rakyat kalangan bawah. Perkembangannya lebih cepat setelah kerajaan sriwijaya mengalami kemunduran pada sekitar akab ke-13, disusul jatuhnya malaka ke tangan portugis pada tahun 1511.
Faktor yang mendukung islam cepat berkembang di Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Ajarannya sederhana dan mudah dimengerti serta dapat diterima masyarakat
  2. Syarat masuk Islam mudah, hanya membaca/mengucapkan dua kalimat Syahadat
  3. Islam tidak mengenal kasta
  4. Upacara keagamaan sederhana
  5. Disebarkan secara damai lewat kesenian dan akulturasi kebudayaan
  6. Jatuhnya Majapahit dan Sriwijaya menyebabkan kerajaan Islam berkembagn pesat
B.    Penyebaran agama Islam  di Indonesia
Proses penyebaran agama Islam  di Indonesia dapat melalui beberapa aktivitas, yakni melalui perdagangan,perkawinan, peranan ulama/wali, kesenian, akulturasi dan asimilasi budaya, serta pendidikan.
1.    Perdagangan
2.    Perkawinan
3.    Pendidikan
4.    Kesenian
Selain disebarkan oleh para pedagang, ajaran Islam  di Indonesia juga disebarkan oleh para ulama. Ulama adalah orang yang ahli dalam agama Islam . Pada waktu itu di Jawa orang – orang yang dikenal sebagai tokoh dan ahli agama di sebut wali sanga. Sembilan wali tersebut adalah :
  1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), GRESIK-JAWA TIMUR. Maulana malik ibrahim juga dikenal dengan nama Maulana Magribi. Di dalam menyebarkan Islam, Maulana Malik Ibrahim melakukan dengan memberi contoh.
  2. Sunan ampel (Raden Rahmat), SURABAYA-JAWA TIMUR. Nama kecil Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Sunan ampel mendirikan pesantren di kampung ampeldenta, surabaya. Atas prakarsa Sunan Ampel, Raden Patah dan para wali lainnya didirikanlah kerajaan demak dan masjid agung demak.
  3. Sunan Bonang (Mahdum Ibrahim), TUBAN-JAWA TIMUR. Nama kecil sunan bonang adalah Raden Maulana Makdum Ibrahim. Sunan Bonang merupakan putra sunan Ampel.
  4. Sunan Giri (Raden Paku), GRESIK–JAWA TIMUR.  Nama kecil Sunan Giri adalah Raden Paku. Sunan Giri juga mengirim santrinya untuk menyebarkan Islam  ke Indonesia bagian timur.
  5. Sunan Drajat (Syarifudin), SURABAYA – JAWA TIMUR.  Nama kecil sunan drajat adalah Raden Qosim. Syarifuddin atau sunan drajat merupakan putra dari Sunan Ampel. Sunan drajat dikenal sebagai seorang wali yang berjiwa sosial
  6. Sunan Kalijaga (Jaka Sahid/ Raden Mas Sahid), DEMAK – JAWA TENGAH.Dalam berdakwah, sunan kalijaga menggunakan media pertunjukan wayang kulit dan seni gamelan.
  7. Sunan Kudus (Ja’far Shodiq), KUDUS – JAWA TENGAH.  Sunan kudus berasal dari Palestina.
  8. Sunan Muria (Umar Said) JEPARA DAN KUDUS – JAWA TENGAH. Sunan muria adalah raden umar said, putra sunan kalijaga.
  9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayat), CIREBON – JAWA BARAT
C.    Kerajaan bercorak Islam  di Indonesia
Dengan masuknya Islam, muncullah beberapa kerajaan – kerajaan di indonesia, yaitu:
1.    Kerajaan Perlak
Kerajaan islam tertua di Indonesia Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz. Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat.
2.    Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh (merah silu) dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh).
Kerajaan Samudra Pasai dapat dikatakan sebagai awal bangkitnya kekuasaan islam di indonesia sebab Samudra Pasai merupakan kerajaan islam yang penting di Indonesia.
3.    Kerajaan Aceh
Pendiri kerajaan aceh adalah sultan ibrahim (Ali Mughayat Syah) setelah malaka jatuh ke tangan portugis (1511), pedagang Islam  pindah berdagang di aceh sehingga aceh ramai. Barang dagangan di aceh adalah lada.
Kerajaan aceh mengalami masa kejayaan pada masa Sultan Iskandar muda (1607 – 1636) yang dapat meluaskan wilayah sampai ke Malaya / Malaysia. Perluasan wilayah dapat digunakan untuk menguasai perdagangan dan menyebarkan agama Islam. Aceh mengalami kemuduran semenjak raja pengganti dari Sultan Iskandar Muda dan Sultan Iskandar Thani merupakan tokoh yang lemah.
4.    Kerajaan Demak
Kerajaan Demak terletak di daerah pantai utara Jawa Tengah antara kota Semarang dengan Surabaya. Pendiri kerajaan Demak adalah Raden Patah yang dibantu oleh para wali. Kerajaan demak merupakan kerajaan Islam  pertama di Jawa dan rajanya yang pertama adalah Raden Patah. Demak dapat berkembang maju disebabkan oleh faktor – faktor sebagai berikut :
a.    Letak strategis (di daerah pantai) sehingga mudah berhubungan dengan dunia luar
b.    Menguasai beberapa pelabuhan, yaitu Jepara, tuban, gresik dan lain – lain
c.    Ada sungai sebgai penghubung dengan daerah pedalaman (asal barang dagangan)
d.    Runtuhnya kerajaan Majapahit yang merupakan pusat agama Hindu  dan Budha .
Keruntuhan kerajaan demak diawali dengan wafatnya sultan trenggono, karena terjadi perebutan tahta kerajaan. Aria Penangsang berhasil membunuh Prawata (putra sunan Trenggono) yang merasa lebih berhak atas tahta kerajaan. Aria Penangsang sendiri berhasil dibunuh oleh Hadiwijaya, adipati pajang dan menantu sultan trenggono. Kemudian pusat pemerintahan demak di pindahkan ke pajang.
5.    Kerajaan pajang
Munculnya kerajaan Pajang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan jaka Tingkir (mas karebet) atau pengaran Hadiwijaya. Setelah berhasil mengalahkan Arya Penangsan, Adiwijaya memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang. Jaka tingkir setelah menjadi raja bergelar sultan Hadiwijaya. Oleh jaka tingkir kerajaan demak dipindak ke pajang dengan alasan :
a.    Kerajaan demak akibat perang saudara
b.    Mendekati daerah subur seperti klaten, surakarta
c.    Menjauhi musuh – musuh politiknya
d.    Mendekati asal usulnya yaitu tingkir dan pajang
Keberhasilan jaka tingkir menjadi raja berkat dukungan dari kyai ageng pamanahan dan sepeninggal sultan hadiwijaya,. Pajang dikuasai putranya yang  bernama pengeran banawa. Karena tidak mampu memegang tahta kekuasaan sewaktu diberontak sultan panggiri. Banawa dibantu sutawijaya dan menyerahkan kerajaan pajang ke sutawijaya, oleh sutawijaya kerajaan pajang dipindah ke mataram
6.    Kerajaan mataram
Kerajaan mataram didirikan oleh Sutawijaya (1586 – 1601). Sutawijaya setelah menjadi raja bergelar Panembahan Senopati. Pada masa pemerintahannya banyak pemberontakan tetapi semua dapat dipadamkan. Setelah meninggal dimakamkan di kota gede yogyakarta. Pengganti sutawijaya antara lain :
a.    Mas Jolang Panembahan Sedo Krapyak (1601 – 1613)
b.    Amangkurat I (1645 – 1677)
c.    Amangkurat II Adipati Anom (1677 – 1702)
d.    Amangkurat III Sunan Mas (1702 – 1708)
e.    Amangkurat IV Paku Buwono
Ibukota kerajaan dari Kartosuro dipindah ke Surakarta.
Menurut perjanjian Giyanti (1755) Mataram pecah menjadi 2
1.    Matam Timur (Kasunanan Surakarta) di bawah paku Buwono III
2.    Mataram Barat (Kasultanan Yogyakarta) di bawah mankubumi yang bergelar hamengkubuwono I
Oleh Belanda kerajaan dipecah – pecah lagi seperti :
1)    Kasunanan Surakarta menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran (isi perjanjian Salatiga 1757)
2)    Kasultanan yogyakarta menjadi kasultanan dan paku Alaman.
7.    Kerajaan banten
Kerajaan Banten didirikan oleh Fatahillah/Faletehan kemudian diserahkan pada Hasanudin (1552). Banten berkembang pesat disebabkan oleh :
-    Letaknya strategis
-    Sumber dagangan (lada dan beras)
Abdul Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa = 1651 – 1682)
Banten mengalami masa kejayaan. Pada masa ini terjadi perang saudara yaitu antara putera sultan ageng tirtayasa. Pangeran purbaya bermusuhan dengan sultan haji yang dibantu belanda. Dalam perang itu dimenangkan sultan haji
a.    Sultan Haji (1682 – 1687)
Banten menjadi mundur karena ditekan belanda dan pemberontakan – pemberontakan dari rakyat yang dipimpin kyai tapa, ratu bagus buang dan lain – lain. Pada tahun 1687 banten jatuh ke tangan VOC.
8.    Kerajaan cirebon
Pendirinya fatahillah, setelah meninggal cirebon pecah menjadi 2, yaitu kasepuhan dan kanoman.
9.    Kerajaan Banjar
Kerajaan banjar merupakan kerajaan islam yang terletak di Kalimantan Selatan. Pendirinya pangeran samudra/sultan suryanullah. Perdagangan sebagai nadi ekonomi dengan dagangan berupa emas, manik – manik, kapur barus. Penyebaran agama Islam  di banjar (kalimantan) dilakukan oleh penghulu demak (pemuda banjar yang belajar agama ke demak).
10.    Kerajaan Makasar
Didirikan dari gabungan 2 kerajaan, yaitu gowa dan tallo dan beribukota di sombaopu. Raja gowa = Daeng manrabia = sultan alaudin = raja gowa tallo.
Raja Tallo = kraeng matoaya = sultan abdullah = magnkubumi/patih
Sultan alaudin diganti sultan muhammad said, kemudian sultan muhammad said diganti putranya yaitu hasanudin. Pada masa sultan hasanudin, makasar mengalami kejayaan, hal itu disebabkan :
-    Letak strategis (antara malaka – maluku)
-    Pelabuhan sombaopu (pelabuhan transito)
-    Perdagangan maju (kerajaan maritim)
Makasar sudah menata laut dengan baik karena mempunyai undang – undang hukum laut dinamakan APOLOPILOPING.
11.    Kerajaan Ternate
Terletak di Maluku bagian utara sebagai pusat dengkih. Pada masa sultan Baabullah, ternate mengalami kejayaan.
12.    Kerajaan Tidore
Kerajaan tidore juga terdapat di Maluku bersahabat dengan ternate. Tetapi setelah bangsa asing masuk (portugis dan sapnyol), ternate dan tidore diadu domba. Pada masa pemerintahan sultan nuku, tidore bersatu dengan ternate untuk mengusir portugis.
Sewaktu bermusuhan dengan ternate muncul persekutuan dagang yaitu :
-    Uli lima (ternate sebagai ketua) = Ternate, seram, ambon, obi, bacan
-    Uli Siwa (Tidore sebagai ketua) = Tidore, jailolo, maluku, irian
D.    Peninggalan sejarah bercorak Islam
Peninggalan – peninggalan sejarah Islam  di Indonesia antara lain :
1.    Masjid
2.    Menara masjid
3.    Makam / Nisan
4.    Gapura
5.    Keraton
6.    Kaligrafi
7.    Seni Sastra, seperti  :
-    Babat : cerita sejarah, tetapi banyak bercampur mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal.
-    Hikayat : suatu karya sastra yang berisi cerita atau dongeng dan sering dikaitkan dengan tokoh sejarah
-    Syair : merupakan karya sastra yang berupa sajak dan terdiri atas empat baris. Syair ini mirip dengan pantun
-    Suluk: karya sastra yang berisi tasawuf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar